Manusia mengalami berbagai macam fase hidup, pastinya setiap orang pernah mengalami gelisah tanpa adanya alasan jelas. Padahal, semua hal berjalan biasa saja, rutinitas hidup terjadi begitu saja, tetapi pikiran tidak tenang meskipun tidak terjadi masalah yang besar. Di dalam perspektif Islam, ini dikarenakan konsep tazkiyatun nafs belum dijalankan dengan baik.
Banyak yang merujuk pada keilmuan psikologi modern dan mengkorelasikannya dengan stress atau kelelahan mental. Namun, jika melihat dari perspektif lain, ketenangan hati sangat berhubungan erat dengan tazkiyatun nafs. Ini adalah proses pembersihan jiwa dari sifat buruk dan proses menumbuhkan sifat baik.
Konsep ini menjadi hal yang dibahas dalam literatur klasik ilmu tasawuf. Konsep ini tidak hanya bersifat teoritis, melainkan bisa menjelaskan mengapa hati manusia merasa gelisah meski hidup sedang baik-baik saja.
Mengapa Hati Bisa Gelisah?

Dalam pandangan Islam, hati yang gelisah kerap kali tidak berasal dari hal eksternal, melainkan dari kondisi batin yang tidak seimbang. Al-Qur’an menyebutkan jika hati manusia bisa benar-benar tenang saat dekat dengan Allah. Artinya, saat hati terikat pada hal duniawi, kegelisahan justru jadi sesuatu yang pasti terjadi.
Secara pribadi, penulis juga pernah mengalami fase demikian. Secara logika, hidup cukup stabil dengan pekerjaan yang berjalan seperti biasanya, aktivitas normal, keuangan stabil, serta tidak terdapat konflik besar. Namun, entah mengapa hati terasa kosong dan tidak tenang. Setelah beberapa waktu merenung, ternyata sumbernya justru dari dalam diri penulis sendiri.
Pikiran yang terlalu penuh dengan kekhawatiran, ambisi, serta membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Dalam Islam, perasaan-perasaan semacam ini dikategorikan sebagai penyakit hati.
Apa Itu Tazkiyatun Nafs?

Secara bahasa, tazkiyah memiliki arti membersihkan sekaligus menumbuhkan, sedangkan nafs memiliki arti jiwa atau diri. Sehingga, tazkiyatun nafs dapat diartikan sebagai proses membersihkan jiwa dari sifat buruk dan menumbuhkan sifat baik.
Tujuan tazkiyatun nafs tidak hanya membuat seseorang jadi lebih religious. Melainkan bisa membentuk jiwa lebih sehat. Dalam tasawuf klasik, manusia mempunyai potensi sifat buruk seperti sombong, riya, iri, dendam, cinta dunia secara berlebihan, serta rakus. Apabila sifat ini tidak dapat dikendalikan, maka hati tidak akan pernah merasa tenang.
Tentu saja, konsep ini relevan dengan psikologi modern. Banyak penelitian psikologi yang menunjukkan jiwa emosi negatif seperti kecemburuan sosial, iri hati, serta obsesi terhadap status sosial bisa memicu stress kronis. Ini berarti, yang sudah dibahas oleh ulama berabad-abad lalu sangat selaras dengan temuan ilmiah modern.
Tahapan Tazkiyatun Nafs

Jika Anda ingin mendapatkan pencerahan dan kebersihan hati, maka Anda bisa mengikuti kaidah tazkiyatun nafs. Jika belum tahu apa saja tahapannya, maka kami sudah merangkum secara lengkap di bawah ini:
1. Muhasabah (Intropeksi Diri)
Hal yang pertama perlu dilakukan adalah dengan membangun awareness atau menyadari kondisi diri sendiri. Anda harus berani jujur pada diri sendiri. Jangan sampai Anda justru menyalahkan keadaan ketimbang mengakui bahwa masalahnya berasal dari dalam diri sendiri.
Anda bisa bertanya pada diri sendiri dan jawab sejujur-jujurnya. Tanyakan apa yang membuat hati Anda jadi gelisah, apakah terlalu iri dengan kehidupan orang lain, atau terlalu mengejar dunia. Ini adalah tahapan yang paling sulit dilakukan, tanpa tahap ini, maka tazkiyatun nafs tidak akan bisa dimulai.
2. Mujahadah (Melawan Nafsu)
Setelah Anda menyadari apa yang menyebabkan hati tidak tenang, maka tahap selanjutnya adalah melawan kecenderungan yang buruk di dalam diri sendiri. Anda harus belajar untuk menahan diri dari rasa iri, belajar bersabar, serta mengurangi kebiasaan membandingkan diri sendiri.
Penulis secara pribadi merasa tahap ini tidak kalah berat. Sebab, musuh terbesar diri sendiri sebenarnya berasal dari dalam diri kita juga. Ini tidak akan mudah, banyak orang kalah pada tahap ini.
3. Riyadhah (Latihan Spiritual)
Tahapan yang selanjutnya adalah melatih jiwa dengan melakukan ibadah. Dalam tradisi Islam, latihan jiwa bisa dengan melakukan beberapa amalan seperti dzikir, membaca Al-qur’an, memperbaiki niat saat melakukan aktivitas sehari-hari, mengetahui hikmah sholat fardhu, serta melakukan sholat sunnah.
Tujuan dari riyadhah tidak hanya menambah kuantitas ibadah, melainkan membentuk kesadaran spiritual yang mendalam.
Praktik Sederhana Tazkiyatun Nafs dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk mempraktikkan tazkiyatun nafs, Anda tidak perlu menjadi ahli tasawuf. Sebab, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:
- Mengurangi kebisingan mental dengan mengurangi informasi berlebihan, berita negatif, media sosial, dan sebagainya. Beri ruang untuk pikiran tenang sejenak dari riuhnya kehidupan.
- Perbanyak dzikir karena dzikir tidak hanya ritual biasa, melainkan bisa jadi pengingat bahwa hidup tidak sepenuhnya ada di tangan manusia.
- Latih rasa syukur dalam memandang hidup, bukan hanya sekadar ucapan.
- Kurangi ego yang ingin selalu dihargai, dianggap benar, dan terlihat sukses. Semakin besar ego, maka akan semakin mudah juga Anda terluka.
Menurut refleksi pribadi penulis, manusia sering mencari ketenangan dari cara yang salah. Banyak yang mencoba memperbaiki status sosial, pekerjaan, pencapaian, serta penghasilan. Padahal, sumber kegelisahan tidak lain berasal dari dalam diri sendiri.
Penulis menyadari saat mulai memahami konsep tazkiyatun nafs bahwa kegelisahan justru berasal dari cara penulis memandang hidup, bukan dari situasi yang tidak ada dalam kontrol manusia.
Seperti yang telah dibahas dalam artikel bahwa salah satu cara untuk membersihkan jiwa adalah dengan memperbanyak ibadah. Tentu ibadah tidak hanya sekadar fisik tapi juga jiwa. Namun, perlu didukung dengan kenyamanan seperti penggunaan sajadah yang proper di mana pun kapan pun, termasuk saat traveling.
Salah satu rekomendasi sajadah travel custom yang berkualitas adalah yang tersedia di Sajadahcustom.com. Di sini, tersedia sajadah yang dapat Anda customize sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Untuk itu, segera konsultasikan melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!