Mengenal Apa Itu Ilmu Fiqih Beserta Contohnya

Sebagai seorang muslim, tentu harus mengetahui ajaran agama yang telah dianutnya. Mulai dari hal peribadatan sampai hal-hal yang mengatur urusan apapun dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu agama sangat luas, sehingga untuk menguasainya umat Islam perlu menggunakan beragam strategi agar mereka tidak keliru dalam memahaminya.

Meskipun Al Qur’an adalah wahyu Allah Ta’ala yang diturunkan dengan perantara Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan petunjuk bagi manusia, namun tidak semua umat Islam mengetahui kandungan kitab suci tersebut secara langsung. 

Karena hal itulah para ulama di masa lalu kemudian membuat semacam susunan ilmu yang lebih terstruktur dan rapi untuk memudahkan umat Islam mengetahui perintah dan larangan yang ada pada kitab suci mereka. Salah satu ilmu tersebut adalah ilmu fiqih.

Dengan keberadaan ilmu fiqih itulah, umat Islam bisa melaksanakan praktik peribadatan, baik ibadah langsung (mahdhoh) maupun tidak langsung yang ibadah tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkan.

Sebenarnya seperti apa ilmu fiqih itu?

Pengertian Ilmu Fiqih

Apa itu ilmu fiqih, Sumber: googleusercontent.com
Apa itu ilmu fiqih, Sumber: googleusercontent.com

Secara bahasa, fiqih berasal dari bahasa Arab “fiqhun” (فِقْهٌ) yang berarti “pemahaman yang mendalam”. Sedangkan secara istilah, ilmu fiqih adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan amalan lahiriah umat Islam, yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’ (kesepakatan ulama), dan qiyas (analogi hukum).

Dengan kata lain, ilmu fiqih mengatur bagaimana seorang Muslim menjalankan perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aspek ibadah dan muamalah. Ilmu ini membantu seorang Muslim mengetahui mana yang halal dan haram, mana yang sah dan batal, serta bagaimana cara melaksanakan ibadah dengan benar.

Dalam praktiknya, ilmu fiqih bersifat amaliyah, artinya fokus pada perbuatan atau tindakan. Ilmu ini tidak hanya berbicara soal konsep, tetapi juga menuntun bagaimana ibadah itu dilakukan dengan benar. 

Misalnya, dalam hal shalat, fiqih menjelaskan mulai dari syarat sah shalat, rukun shalat, hingga hal-hal yang membatalkannya. Salah satu contoh nyata penerapan ilmu fiqih adalah fiqih shalat. Dalam fiqih shalat, kita belajar :

  • Syarat sah shalat, seperti bersuci dari hadas, menutup aurat, masuk waktu shalat, dan menghadap kiblat.
  • Ketentuan penggunaan sajadah, yang berkaitan dengan kesucian tempat shalat. Dalam fiqih, sajadah harus bersih dan bebas dari najis agar shalat dianggap sah.
  • Penentuan arah kiblat, yang merupakan salah satu syarat utama dalam shalat. Fiqih membimbing kita bagaimana menghadapkan diri ke arah Ka’bah, bahkan ketika sedang bepergian atau tidak melihat langsung arah kiblat.

Dengan memahami ilmu fiqih secara mendalam, umat Islam tidak hanya mengetahui tata cara ibadah, tetapi juga dapat menjalankannya dengan keyakinan dan ketenangan karena sesuai dengan aturan syariat. Oleh sebab itu, mempelajari ilmu fiqih menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Tujuan Mempelajari Ilmu Fiqih

Tujuan belajar fiqh, Sumber: seekersguidance.org
Tujuan belajar fiqh, Sumber: seekersguidance.org

Keberadaan ilmu fiqih sangat penting, terutama untuk masyarakat awam. Mereka akan kesulitan ketika menerapkan hukum agama dengan merujuk kepada Al Qur’an secara  langsung. Bisa dikatakan tujuan utama mempelajari fiqih adalah agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai tuntunan.

Selain itu, dengan mengetahui dalil fiqihnya, siapa saja yang mempelajari ilmu fiqih akan memiliki pemahaman yang baik tentang tata cara ibadah yang sah dan diterima. Sebagai contoh adalah bagaimana fiqih mengatur tata cara bersuci, mengenakan pakaian suci, termasuk menggunakan sajadah yang bersih untuk shalat.

Seseorang yang tahu ilmu fiqih bahkan tingkat dasar untuk perkara tersebut, tentu tidak akan kebingungan dalam melaksanakan amalan. Untuk bersuci misalnya, air seperti apa yang layak untuk digunakan bersuci.

Begitu pula dalam shalat, pakaian seperti apa yang dikatakan suci dan bisa digunakan untuk shalat. Ketika shalat pun ada hukum yang mengatur, apakah tidak menggunakan alas tetap sah atau tidak shalatnya. Apakah sajadah harus polos, bergambar, atau bolehkah menggunakan sajadah travel custom yang banyak gambarnya. Semuanya akan terjawab dengan ilmu fiqih.

Contoh-Contoh Praktis Penerapan Ilmu Fiqih

Sholat sunnah hajat, Sumber: bincangsyariah.com
Sholat sebagai salah satu penerapan ilmu fiqh, Sumber: bincangsyariah.com

Ilmu fiqih bukanlah ilmu yang hanya dipelajari untuk diketahui secara teori, melainkan ilmu yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari umat Islam. Berikut ini beberapa contoh nyata penerapan ilmu fiqih dalam praktik ibadah harian, khususnya dalam hal ibadah shalat:

1. Mengetahui Waktu Shalat

Salah satu contoh nyata penerapan ilmu fiqih adalah penentuan waktu shalat. Dalam fiqih, dijelaskan dengan rinci kapan dimulainya dan berakhirnya waktu untuk masing-masing shalat wajib lima waktu. Selain itu, bagaimana praktik shalat yang di qadha, dan hal lain yang berkaitan dengan waktu shalat. 

Hal ini penting agar ibadah dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan oleh syariat.  Misalnya, fiqih mengatur bahwa shalat subuh dimulai dari terbitnya fajar hingga sebelum terbit matahari. Tanpa pemahaman fiqih, seseorang bisa saja melaksanakan shalat diluar waktunya atau menggeser di waktu yang salah, yang menyebabkan ibadahnya tidak sah.

2. Bersuci dengan Benar

Ilmu fiqih juga mengajarkan tata cara bersuci, baik wudhu maupun mandi wajib. Kebersihan adalah salah satu syarat utama dalam ibadah, terutama shalat. Dalam fiqih, dibahas dengan detail bagaimana cara membasuh anggota tubuh saat berwudhu, batasan najis yang membatalkan, hingga penggunaan air suci dan menyucikan. 

3. Penggunaan Sajadah sebagai Bagian dari Kebersihan Tempat Shalat

Fiqih juga menaruh perhatian besar terhadap kesucian tempat shalat. Salah satu wujud nyata dari penerapan ilmu fiqih dalam hal ini adalah penggunaan sajadah. Sajadah digunakan sebagai alas untuk memastikan bahwa tempat yang dipakai untuk bersujud bersih dari najis. 

Fiqih mengajarkan bahwa tempat shalat harus bebas dari kotoran, karena sujud merupakan bagian penting dalam ibadah yang melibatkan kontak langsung antara dahi dan permukaan tempat sujud. Maka, pemilihan sajadah yang bersih dan layak menjadi bagian dari penerapan hukum fiqih dalam ibadah sehari-hari.

Selain sajadah, karpet yang biasanya berada di bawah sajadah juga perlu diperhatikan kebersihannya dengan rutin membersihkan noda karpet tersebut. Dengan begitu, area tempat shalat tetap terjaga kesuciannya dan nyaman digunakan.

4. Menentukan Arah Kiblat

Shalat harus dilakukan dengan menghadap kiblat, yakni arah Ka’bah di Masjidil Haram. Fiqih membimbing umat Islam bagaimana menentukan arah kiblat, baik saat berada di rumah, bepergian, atau di tempat yang belum dikenal. 

Dalam kondisi tertentu, seperti ketika berada di tengah hutan atau gunung tanpa petunjuk arah, fiqih memperbolehkan penggunaan ijtihad atau alat bantu seperti kompas dan aplikasi kiblat digital. Ini adalah bentuk fleksibilitas dalam fiqih yang memudahkan umat Islam tetap menjalankan ibadah sesuai syariat.

Pentingnya Fiqih Sebagai Panduan

membaca alquran, Sumber: medcom.id
Dalil alquran, Sumber: medcom.id

Ilmu fiqih membantu umat Islam dalam mengambil keputusan keagamaan sehari-hari terutama jika mengalami kondisi tertentu yang menyebabkan aktivitas atau amaliyah ibadah tidak sesuai dengan tuntunan yang disyariatkan. Tentu akan banyak pertanyaan yang muncul. Seperti apa solusinya?

Ketika semua pertanyaan tersebut muncul, fiqih hadir sebagai panduan praktis berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan fiqih, umat tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tapi juga bisa menemukan solusi ketika hal yang seharusnya dilakukan tidak bisa dilakukan karena kondisi tertentu.

Leave a Comment